Putri ke-4 Sri Sultan Akan Segera Menikah
Gusti Raden Ajeng (GRA) Nurabra Juwita & Angger Pribadi Wibowo telah memiliki nama baru jelang pernikahan 22 Oktober 2013. Wisuda penyematan nama tersebut berlangsung Senin (12/08) di Kraton Kilen Yogyakarta. Bedasarkan surat Kawedanan Hageng Panitra Pura No. 13/KHPP/U/VIII/2013, kedua calon mempelai kini memiliki asma baru yaitu Gusti Kanjeng Ratu Hayu dan calon mempelai pria memiliki nama KPH Kanjeng Pangeran Harya (KPH) Notonegoro.
Nama baru tersebut merupakan salah satu syarat untuk menuju jenjang pernikahan, jelas Humas Kraton Yogyakarta KRT Jatiningrat (Romo Tirun). "Nama merupakan medium untuk mempertajam doa, tugas yang diemban saat berkeluarga nanti berat, sehingga diharapkan banyak orang mendoakan agar kedua mempelai mampu mengarungi fase kehidupan ini," jelas Tirun.
Abra dan Angger sendiri merupakan sosok yang sebenarnya sudah saling mengenal sejak tahun 2000. Keduanya resmi berpacaran pada tahun 2003. Kisah cinta keduanya mulai saat Abra kuliah di Amerika Serikat (USA). Angger pun juga mengikuti program scholarship dilokasi yang sama, oleh karena itu hubungan keduanya menjadi semakin dekat.
Abra bergelut sebagai wanita karir, ia mengaku sudah terbiasa pacaran jarak jauh dengan Angger yang bekerja di USA sebagai pegawai di United Nations Development Programme (UNDP). Untuk mengisi waktu setelah lulus kuliah S1, ia bekerja sebagai project manager disebuah perusahaan untuk internet banking di Jakarta, kemudian mengundurkan diri dan masuk bekerja di Gameloft sebagai Game Producer sejak September 2012 hingga Maret 2013.
"Setelah menikah nanti, saya berkeingian untuk melanjutkan studi S2 ke New York 2014 mendatang dan setelah lulus nanti bisa memiliki perusahaan sendiri," jelas Abra.
Mengenai pernikahan, Abra mengaku tidak akan ada yang spesial bila dibandingkan dengan prosesi adiknya GKR Bendoro yang telah terlaksana 2011 silam. "Hanya saja mungkin arak-arakan kereta lebih banyak," pungkas Abra saat mengakhiri sesi tanya jawab tadi siang bersama rekan-rekan media.
Merah Putih Berkibar di Dasar Laut di Selayar
Pengibaran bendera merah putih di bawah laut perairan Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan, dalam rangka memperingati HUT ke-68 RI, Sabtu (17/8/2013).
Seperti dilansir metrotvnews.com, sebanyak 36 penyelam yang terdiri dari warga setempat, mahasiswa, Basarnas, anggota Korpri, polisi, pemerintah daerah, dan TNI siap ambil bagian dalam pengibaran bendera merah putih di bawah laut Selayar.
Acara ini disiarkan oleh Metro TV dalam laporan langsung reporter Metro TV Makassar, Rachel Marimbuna.
Dipaparkan, untuk mendukung acara tersebut, telah disapkan empat speed boat yang akan mengangkut para penyelam, 98 tabung oksigen, 42 regulator, 245 kilogram pemberat, 46 fin, 44 masker dan 45 wetsuit.
Lokasi pengibaran bendera berada sekitar satu mil dari Pelabuhan Rakyat, Benteng, Kabupten Selayar.
Lokasinya bernama Sitio Mardin dengan kedalaman sekitar 8-20 meter di bawah permukaan laut. Lokasi itu tepat untuk pengibaran bendera karena permukaan tanah di bawah lautnya datar.
Sitio Mardin masih menjadi bagian dari wilayah Taman Nasional Taka Bonerate yang terkenal sebagai kawasan atol terbesar ketiga di dunia.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar