Senin, 19 Agustus 2013

Ekonomi

Pasca-Lebaran Pembelian Emas Menurun

 SOLO - Moment pasca-Lebaran 2013 lalu, sempat mendongkrak minat masyarakat untuk membeli perhiasan emas. Sehingga masyarakat berjubel memenuhi sentra penjualan emas di Kota Solo.

Naiknya permintaan perhiasan emas merupakan hal yang biasa terjadi selama  momentum Lebaran.
  
Berdasar pantauan , pusat penjualan emas di kawasan Coyudan tampak sedikit lengang. Seperti terlihat di toko perhiasan, kunci emas, hanya ada beberapa orang saja yang sedang melihat-lihat.

Dengan kondisi ekonomi saat ini daya beli masyarakat cenderung mulai berubah. Biasanya mereka membeli emas dengan ukuran gram yang besar, namun untuk  saat ini mereka lebih memilih yang berukuran sedang antara satu sampai dengan tiga gram.

Perhiasan yang paling diminati bisa berbentuk kalung maupun cincin. Biasanya harga yang ditawarkan juga  relatif murah berkisar Rp250 ribu hingga Rp400 ribu per gram, tergantung jenis emasnya.

Menurut pemilik Toko Emas Kunci Mas, Rosmono Besari, masa panen tokonya saat jelang lebaran kemarin. Pembeli perhiasan emas meningkat drastis dari hari biasanya.

"Namun situasi saat ini tidak sebagus tahun kemarin. Mungkin karena barengan waktunya dengan tahun ajaran baru. Terlebih lagi saat ini masyarakat lebih tertarik untuk membeli emas dengan ukuran kecil,” ungkap Rosmono kepada wartawan, Senin (19/8/2013).

Dia mengungkapkan, jelang Lebaran dia harus menambah stok perhiasan dan juga memperpanjang jam buka tokonya. Namun saat ini jumlah  pembeli mulai berangsur turun  20-30 persen. Dan permintaan sudah mulai normal kembali.


Pemerintah Batal Berikan Penjelasan Soal Rontoknya Pasar Modal RI

 

 JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membatalkan rencana pemaparan mengenai perkembangan anjloknya pasar modal Indonesia. Pembatalan tersebut dikarenakan masih digelarnya rapat Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK).

"Kita tidak tahu sampai kapan selesai rapat di atas, kemungkinan bakal sampai tengah malam bahkan bisa jadi dilanjutkan besok," ujar salah satu staf Humas Kementerian Keuangan di Jakarta, Senin (19/8/2013).

Sebelumnya, pemerintah berencana memberikan keterangan langsung mengenai kondisi yang terjadi pada malam ini, pukul 20.00 WIB di Ruang Konferensi Pers Gedung Djuanda 1 Lantai G, Kementerian Keuangan.

Berdasarkan informasi yang diterima, sejumlah pejabat berwenang akan hadir dan memberikan keterangannya.

Antara lain Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadad, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro dan Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Mirza Adityaswara. Selain itu, disebutkan juga akan dihadiri oleh Deputi Gubernur BI serta Wakil Ketua OJK Rahmat Waluyanto.

 

 

Ekonomi RI Terganjal Minimnya Pelabuhan

 JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan, ekspor menjadi ladang bisnis yang bagus. Namun saat ini, kendala yang dihadapi Indonesia yaitu terdapat pada infrastruktur. Di mana, infrastruktur pelabuhan Indonesia masih kecil yang tidak mampu mengimbangi trend kapal yang semakin besar.

"Ekspor komitmen yang tinggi sangat perlu. Ini bisnis bagus kalau didengarkan, masalahnya infrastruktur, pelabuhan kita terlalu kecil. Trend sekarang kapal semakin besar karena efisien," kata Dahlan di JCC, Senayan, Jakarta, Senin (19/8/2013).

Dahlan menjelaskan, seperti contoh pengeksporan CPO Indonesia yang harus memalui Singapura. Hal tersebut dikarenakan tidak adanya armada yang besar. "CPO kirim Singapura dulu. Karena tidak ada pesawat besar. Kuala Tanjung langsung khusus untuk CPO," tambahnya.

Selain itu, kata Dahlan, tidak adanya kapal yang berkapasitas diatas 8.000 masuk ke Jakarta. Pasalnya, ekspor yang terjadi antarbenua berada pada kapasitas 18.000 dengan rata-rata 3.000 kapasitas.

Dengan begitu, Dahlan mengungkapkan pelabuhan Indonesia seperti di Medan, Batan, Dumai, Jakarta, Makasar, dan Sorong memiliki peranan sangat besar dalam kurun waktu dua tahun.

"Medan, Batam, Dumai, Jakarta, Makasar, dan Sorong. Peranan sangat besar kejadian dalam waktu dua tahun, dan Jalur mulai dari Belawan, beberapa lalu sudah mulai," tutupnya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar